Di antara miliarder tersebut adalah Mikhail Fridman dan Oleg Deripaska. Mereka mengatakan invasi Rusia ke Ukraina akan menjadi bencana.
Akibat dari invasi, negara-negara barat memblokir beberapa bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT. Setelahnya, mata uang rusia jatuh sekitar 30 persen terhadap dolar AS.
Di samping itu, Amerika Serikat (AS) juga mengumumkan lebih banyak sanksi untuk melumpuhkan aset bank sentral Rusia di Amerika atau yang dipegang oleh orang Amerika.
Pemerintahan Joe Biden memperkirakan langkah tersebut dapat berdampak pada “ratusan miliar dolar†pendanaan Rusia.
Pejabat administrasi Biden mengatakan Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Jepang, Uni Eropa, dan lainnya akan bergabung dengan AS dalam menargetkan bank sentral Rusia.
Sanksi tersebut tampaknya membuat miliarder-miliarder Rusia kewalahan.
Miliarder Fridman, yang lahir di bagian barat Ukraina, mengatakan konflik tersebut membuat hubungan antara dua orang Slavia timur, Rusia dan Ukraina, yang telah bersaudara selama berabad-abad, menjadi buruk.
"Saya lahir di Ukraina Barat dan tinggal di sana sampai saya berusia 17 tahun. Orang tua saya adalah warga negara Ukraina dan tinggal di Lviv, kota favorit saya," tulis Fridman dalam surat kepada Putin.
"Krisis ini akan menelan korban jiwa dan merusak dua negara yang telah bersaudara selama ratusan tahun," kata Fridman.
Miliarder Rusia lainnya, Oleg Deripaska, menyerukan agar pembicaraan damai dimulai secepat mungkin.
Seorang miliarder di Moskow mengatakan perang akan menjadi bencana dan konsekuensinya akan sangat berdampak.
"Ini akan menjadi bencana besar dalam segala hal, untuk ekonomi, untuk hubungan dengan seluruh dunia, untuk situasi politik," kata miliarder itu.
BERITA TERKAIT: