"Kami belum menerima penjelasan. Tetapi kami bekerja melalui saluran diplomatik dan pertahanan, meminta penyelidikan penuh atas peristiwa ini, dan agar mereka (China) memberikan jawaban atas tindakan berbahaya ini," kata Morrison dalam sebuah wawancara radio pada Senin (21/2).
Kementerian Pertahanan Australia pada Sabtu (19/2) melaporkan insiden yang dialami pesawat pengintai P-8A Poseidon yang disinari laser ketika melakukan patroli di atas wilayah utara pada Kamis lalu (17/2).
Kementerian mengatakan laser tersebut ditembak dari kapal Tentara Pembebasan Rakyat Angkatan Laut (PLA-N) China yang sedang berlayar melalui Laut Arafura antara New Guinea dan Australia.
Morrison menyebut tindakan tersebut sangat berbahaya dan sembrono, yang menunjukkan intimidasi Beijing di Zona Ekonomi Eksklusif Australia.
Sejauh ini, Beijing belum berkomentar secara terbuka mengenai insiden laser tersebut.
Hubungan antara Australia dan China sendiri memburuk sejak 2018, ketika Canberra tidak menggunakan Huawei untuk proyek jaringan 5G. Kemudian keduanya bersitegang karena berbagai hal, termasuk asal usul Covid-19, perang dagang, hingga isu terkait Hong Kong, Xinjiang, dan Laut China Selatan.
BERITA TERKAIT: