Sejumlah agenda akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk pengaruh China hingga situasi ketegangan antara Rusia dan Ukraina.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, meski ancaman Rusia terhadap Ukraina menjadi fokus Washington saat ini, tetapi ancaman jangka panjang dan menantang tatanan internasional adalah kemajuan China.
"Menurut saya, ada sedikit keraguan bahwa ambisi China dari waktu ke waktu adalah menjadi kekuatan militer, ekonomi, diplomatik dan politik terkemuka tidak hanya di kawasan tetapi di dunia," ujarnya, seperti dikutip
TRT World.
Sementara China telah menjadi fokus Quad, empat negara mengatakan pertemuan Melbourne juga membahas standar teknologi, dan bekerja sama dalam masalah kesehatan dan krisis iklim.
"Bersama-sama kita adalah jaringan vital demokrasi liberal yang berkomitmen pada kerjasama praktis dan untuk memastikan semua negara Indo-Pasifik, besar dan kecil, mampu membuat keputusan strategis mereka sendiri, bebas dari paksaan," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.
Payne mengatakan, keempat negara menggunakan kerangka kerja Quad untuk berkomitmen mendistribusikan 1,3 miliar dosis vaksin, dengan lebih dari 500 juta telah dikirimkan.
Quad pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 tetapi baru berakar satu dekade terakhir, khususnya setelah China secara agresif memproyeksikan kekuatan militernya ke Laut China Selatan, dan menyusul bentrokan perbatasan dengan India.
BERITA TERKAIT: