Pembukaan paviliun dipimpin Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kairo, M Zaim A Nasution dan dihadiri jajaran pejabat KBRI Kairo, perwakilan Kementerian Agama, serta mahasiswa Indonesia di Mesir.
“Partisipasi Indonesia dalam CIBF ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, terutama Kemenag untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia,” ucap perwakilan Kemenag, Asep Rifqi Abdul Aziz dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Januari 2026.
Melalui paviliun tersebut, pemerintah Indonesia menampilkan karya ilmiah berupa buku dan produk keilmuan, serta produk amaliah sebagai praktik nilai keagamaan yang membumi.
“Yang kami hadirkan bukan hanya produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” kata Asep yang juga Pentashih Mushaf Al Quran pada Unit Percetakan Al Quran ini.
Partisipasi Indonesia di CIBF ke-57 ini juga menjadi bagian dari penguatan ekoteologi di tingkat internasional sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama.
“Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kuasa Usaha ad Interim KBRI Kairo, M Zaim A Nasution menyebut kehadiran Indonesia dalam CIBF merupakan bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan dan keagamaan, sekaligus ruang dialog dan pertukaran pemikiran intelektual.
“Partisipasi ini menandai kebangkitan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, sekaligus mempererat hubungan historis dan kerja sama
strategic partnership Indonesia-Mesir,” jelas M Zaim.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol resmi dibukanya paviliun Indonesia di hadapan para undangan dan pengunjung pameran. Pembukaan paviliun juga dimeriahkan pembacaan puisi oleh Ashraf AboArafe, seniman dan penyair asal Mesir.
Paviliun Indonesia juga menampilkan manuskrip kuno, karya-karya ulama Nusantara bertema ekoteologi, serta berbagai produk mushaf Al Quran hasil produksi UPQ sebagai kontribusi Indonesia dalam pengembangan mushaf AlQuran berkualitas.
BERITA TERKAIT: