Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (1/2), Guterres menyebut peluncuran tersebut merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Sangat memprihatinkan bahwa RRDK (Republik Rakyat Demokratik Korea) sekali lagi mengabaikan pertimbangan apa pun untuk penerbangan internasional atau keselamatan maritim," ujar Guterres, seperti dikutip
TRT World.
Guterres juga mendesak Pyongyang untuk berhenti melakukan tindakan kontra-produktif dan menyerukan solusi diplomatik.
Selama Januari 2022, Korea Utara telah melakukan tujuh kali uji coba rudal balistik. Tes terakhir dilakukan pada Minggu (30/1).
Pyongyang menyebut uji coba menembakkan rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh Hwasong-12.
Pada tahun 2017, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi ekonomi baru yang berat terhadap Pyongyang untuk uji coba nuklir dan misilnya.
BERITA TERKAIT: