Menurut Kapten Stuart Watters, kapal tersebut terdampar karena kehilangan daya, termasuk daya cadangan. Akibatnya sebagian kru tidur di atas dek.
"Departemen Teknis Kelautan telah bekerja selama beberapa hari terakhir untuk memulihkan daya dan membuat kami beroperasi kembali. Kami masih mengalami masalah dengan komunikasi eksternal dan ingin memberi tahu Anda bahwa semua orang di dalam pesawat aman," ujar Watters lewat email kepada
ABC News pada Senin (1/2).
Pada 21 Januari, pihak berwenang mengumumkan bahwa HMAS Adelaide akan dikirim ke Tonga dengan bantuan kemanusiaan yang terdiri dari air, tenda, dan peralatan pelindung.
Bantuan dikirim setelah Tonga dihantam letusan gunung berapi yang disusul tsunami.
Kapal kemudian tiba di Tonga pada pekan lalu, dan diizinkan berlabuh meski muncul kasus Covid-19 di kapal. Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan pengiriman bantuan itu tanpa kontak untuk menghindari penularan virus.
BERITA TERKAIT: