Untuk membahas hal ini, Phusit Ratanakul Sereroengrit, direktur jenderal Departemen Promosi Perdagangan Internasional, mengatakan bahwa departemennya dan Kantor Promosi Perdagangan Internasional di Jeddah dijadwalkan untuk membawa delegasi dan eksekutif perdagangan baik ke Arab Saudi dan Thailand tahun ini.
Departemen juga berencana untuk mempimpin para pengusaha Thailand untuk berpartisipasi dalam pameran dagang terkemuka di Arab Saudi seperti Saudi Food Expo.
Phusit juga mengatakan, selain makanan halal, Thailand juga akan meningkatkan promosi produk industri dan barang kecantikan melalui saluran online dan mengadakan seminar tentang cara memanfaatkan perubahan perilaku konsumen Saudi di bawah "Visi Saudi 2030".
Visi Saudi 2030 adalah kerangka strategis untuk mengurangi ketergantungan negara pada minyak, mendiversifikasi ekonominya, dan mengembangkan sektor layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, rekreasi, dan pariwisata.
Phusit mengatakan departemennya berjanji untuk melanjutkan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan eksportir Thailand dan memberikan informasi mendalam tentang pasar Timur Tengah secara keseluruhan.
Pada tahun 2021, perdagangan antara Thailand dan Arab Saudi mencapai 7,30 miliar dolar AS, naik 31,8 persen dari 5,53 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Dari total, ekspor dari Thailand menyumbang 1,63 miliar dolar AS dan impor mencapai 5,66 miliar dolar AS.
Ekspor utama dari Thailand termasuk mobil dan suku cadang, kayu dan produk kayu, AC dan suku cadang, produk karet, serta makanan laut kalengan dan olahan.
Sementara impor terutama minyak mentah, bahan kimia, pupuk, pestisida, minyak jadi dan mineral logam.
BERITA TERKAIT: