Kemenangan Mattarella berdasakan hasil pemilihan ke-8 kalinya di parlemen. Ia berhasil mengamankan 759 suara, dari ambang batas 505 suara, seperti dimuat
The Guardian.
Adapun total suara sebanyak 1.009, meliputi anggota parlemen dan perwakilan daerah.
Mattarella sendiri telah menyatakan keengganannya untuk melanjutkan jabatan presiden yang akan berakhir pada 3 Februari. Namun Perdana Menteri Mario Draghi mendesak politisi 80 tahun itu untuk tetap di kursinya demi kebaikan dan stabilitas negara.
"Beliau (Mattarella) punya rencana lain untuk masa depannya. Mengingat situasi, kami memohon beliau untuk tinggal selama satu periode lagi," kata seorang senator, Julia Unterberger.
Pemilihan dilakukan setelah enam hari negosiasi, dengan koalisi pemerintahan gagal memilih pengganti Mattarella.
"Terpilihnya kembali Sergio Mattarella sebagai presiden republik adalah berita bagus bagi orang Italia. Saya berterima kasih kepada presiden atas pilihannya untuk mendukung keinginan kuat parlemen untuk memilihnya kembali untuk masa jabatan kedua." ucap Draghi.
Draghi telah banyak dipuji karena memulihkan stabilitas politik di Italia. Ia dianggap sebagai calon presiden, tetapi partai-partai yang berkuasa enggan mendukungnya karena khawatir hal itu akan memicu pemilu awal.
BERITA TERKAIT: