Presiden Klaus Iohannis mengatakan pihaknya juga telah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dan Prancis untuk menempatkan pasukan di negaranya.
"Saya telah konsisten mengatakan kami siap untuk menjadi tuan rumah penambahan pasukan sekutu di wilayah kami," kata Iohannis pada Rabu (26/1), seperti dikutip
Reuters.
Pada Senin (24/1), Departemen Pertahanan AS mengatakan pihaknya menempatkan sekitar 8.500 tentara Amerika dalam siaga tinggi, menunggu perintah untuk dikerahkan ke sayap timur NATO jika Rusia menyerang Ukraina. Prancis juga menawarkan untuk mengirim lebih banyak pasukan jika diperlukan.
"Menyusul pengumuman yang dibuat oleh AS dan Prancis, kami melakukan kontak dengan kedua sekutu untuk menetapkan cara konkret untuk mewujudkan kehadiran militer mereka," lanjut Iohannis.
Terkait dengan ketegangan di perbatasan Rusia dan Ukraina, Iohannis mengatakan langkah diplomatik adalah kunci untuk meredakan ketegangan.
Rumania merupakan anggota NATO sejak 2004 dan menampung hingga 4.000 tentara di negaranya. Amerika Serikat juga memiliki tentara yang ditempatkan di pangkalan terpisah di Rumania dan di Bulgaria.
"Krisis saat ini membuktikan sekali lagi bahwa mengonsolidasikan kehadiran sekutu di sisi timur termasuk di negara kita sangat penting," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: