China Wajibkan Pasien Covid-19 Masuk "Jeruji Isolasi", Tanpa Kecuali

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 13 Januari 2022, 17:30 WIB
China Wajibkan Pasien Covid-19 Masuk "Jeruji Isolasi", Tanpa Kecuali
Kontainer yang digunakan untuk isolasi pasien Covid-19/Net
rmol news logo Meski banyak dipuji karena berhasil mencegah penyebaran virus, kebijakan "Zero Covid" yang diberlakukan oleh China secara ketat dinilai kejam.

Dari laporan Daily Mail, China mewajibkan mereka yang terpapar Covid-19 untuk mengisolasi diri secara terpusat di fasilitas milik pemerintah.

Video yang tersebar di media sosial menunjukkan fasilitas tersebut seperti kontainer yang dimodifikasi dengan satu jendela jeruji besi. Di dalamnya, terdapat tempat tidur kayu dan toilet.

Para pasien Covid-19 diharuskan untuk tinggal di dalam kontainer tersebut selama 14 hari. Tidak ada pengecualian dalam aturan ini, termasuk bagi wanita hamil, anak-anak, dan orangtua.

"Di beberapa daerah, orang-orang diberitahu tepat setelah tengah malam bahwa mereka harus meninggalkan rumah mereka dan pergi ke pusat karantina," kata Daily Mail.

Virus corona (SARS-CoV-2) ditemukan pertama kali di Wuhan, China. Pemerintah China menerapkan kebijakan ketat dan kejam untuk mengendalikan infeksi.

Ketika menemukan segelintir kasus positif, China langsung memberlakukan penguncian di seluruh kota.

Penerapan kebijakan "Zero Covid" semakin ketat menjelang gelaran Olimpiade Musim Dingin Beijing akan dimulai pada bulan depan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA