Sejumlah perjanjian ditandatangani oleh perwakilan Nikaragua dan China di Managua pada Senin (10/1). Beberapa dokumen termasuk perjanjian konsultasi politik, kerjasama bilateral, nota kesepahaman BRI dan Kerjasama Maritim Abas 21, dan perjanjian bebas visa bagi paspor diplomatik dan urusan resmi.
Itu semua dilakukan menjelang pelantikan Daniel Ortega sebagai presiden untuk masa jabatannya yang keempat.
"Kami sangat mementingkan penguatan hubungan dengan negara-negara saudara. Oleh karena itu, kami menyambut baik keputusan pemerintahan Ortega untuk memperkuat kerjasama dengan negara kami," ujar wakil presiden Komite Tetap di Majelis Rakyat Nasional China (NPA), Cao Jianming, seperti dikutip
TeleSUR.
Dikutip dari
Xinhua, Ortega mengatakan kepada Cao bahwa Nikaragua telah mengikuti dengan cermat pencapaian Partai Komunis China selama satu abad terakhir, termasuk membangun masyarakat yang cukup makmur dalam segala hal, memberantas kemiskinan absolut, dan berhasil menyelenggarakan sidang pleno keenam Komite Sentral CPC ke-19.
Di sisi lain, Ortega memiliki Front Pembebasan Nasional Sandinista (FSLN) sosialis demokratis yang berusaha terus berkembang meskipun ada perlawanan dari Amerika Serikat (AS).
Bulan lalu, pemerintah Ortega mulai menjauh dari Washington, menarik diri dari Organisasi Negara-negara Amerika yang didominasi AS dan memutuskan hubungannya dengan Taiwan.
Pada 1 Januari, China membuka kedutaan barunya di Managua dan mengundang Nikaragua untuk berperan aktif dan bergabung dengan BRI sesegera mungkin.
BERITA TERKAIT: