Permintaan maaf yang disampaikan sekretaris pers Staglianò, Pastor Alessandro Paolini itu disampaikan di laman resmi Facebook keuskupan.
“Pertama-tama, atas nama Uskup, saya menyatakan penyesalan atas pernyataan yang mengecewakan anak-anak ini, dan ingin mengklarifikasi bahwa ini sama sekali bukan niat Tuan Staglian,†kata pernyataan itu, seperti dikutip dari
CNN, Senin (13/12).
Paolini mengatakan tujuan uskup adalah untuk merenungkan makna Natal dan tradisi indah yang menyertainya dengan kesadaran yang lebih besar dan mendapatkan kembali keindahannya.
Permohonan maaf datang setelah Pastor Antonio Staglian mengatakan kepada anak-anak yang menghadiri sebuah acara yang diadakan pada Hari Raya Santo Nikolas bahwa sosok Sinterklas sebenarnya tidak ada.
"Tidak, Sinterklas tidak ada. Bahkan, saya ingin menambahkan bahwa setelan merah yang dikenakannya dipilih oleh Coca Cola secara eksklusif untuk tujuan periklanan," kata Antonio Staglian kepada anak-anak, seperti dilaporkan media Sisilia.
Hari Raya Santo Nikolas menjadi inspirasi awal sosok Sinterklas yang dikenal luas karena kedermawanannya.
Sosok berjanggut putih dan berbaju merah itu sebagai representasi dari tokoh Saint (Santo) Nicholas yang hidup pada abad ke-4 Masehi.
BERITA TERKAIT: