Nehammer menggantikan Alexander Schallenberg, yang sekarang akan sekali lagi memimpin Kementerian Luar Negeri Austria.
Pelantikan Karl Nehammer sebagai kanselir ketiga Austria dalam dua bulan, mengakhiri pergolakan yang dipicu oleh keputusan Sebastian Kurz yang mengundurkan dari kursi kanselir dan menutup diri dari politik.
Nehammer, 49, telah menjadi menteri dalam negeri Austria sejak awal 2020. Dia juga mengambil alih sebagai pemimpin Partai Rakyat Austria yang konservatif, yang dipimpin Kurz dalam pemilihan umum pada 2017 dan 2019.
Dalam pidatonya usai melantik Nehammer, Presiden mengatakan kepada jajaran barunya itu untuk "bertekad" melawan pandemi virus corona dan menjadikannya prioritas utama. Juga agar berupaya memulihkan kepercayaan masyarakat kepada politik yang, menurutnya, telah terguncang selama ini.
Kurz mengundurkan diri sebagai kanselir pada awal Oktober setelah jaksa mengumumkan bahwa dia adalah salah satu target penyelidikan atas dugaan suap dan pelanggaran kepercayaan terkait dengan kenaikannya ke kekuasaan. Mitra koalisi junior Kurz, aktivis lingkungan Hijau, telah menuntut penggantinya pada bulan Oktober. Ia digantikan sebagai kanselir oleh Alexander Schallenberg, seperti dilaporkan
BBC.
BERITA TERKAIT: