Dekrit Taliban tentang Hak Perempuan: Wanita adalah Manusia yang Mulia dan Bebas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 03 Desember 2021, 18:33 WIB
Dekrit Taliban tentang Hak Perempuan: Wanita adalah Manusia yang Mulia dan Bebas
Ilustrasi/Net
rmol news logo Pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban mengeluarkan sebuah dekrit tentang hak-hak perempuan pada Jumat (3/12) waktu setempat.

Dekrit yang disampaikan juru bicara Taliban, Zabihillah Muhajid, menegaskan bahwa perempuan tidak boleh dianggap sebagai 'properti' dan tidak boleh digunakan sebagai jaminan untuk apapun.

“Seorang wanita bukanlah properti, tetapi manusia yang mulia dan bebas; tidak ada yang bisa memberikannya kepada siapa pun dengan imbalan perdamaian, atau untuk mengakhiri permusuhan," demikian isi dekrit Taliban, yang disampaikan Muhajid, seperti dikutip dari Al-Arabiya.

Dekrit tersebut menetapkan aturan yang mengatur pernikahan dan properti untuk wanita, yang menyatakan wanita tidak boleh dipaksa menikah dan seorang janda harus mendapat bagian dalam properti mendiang suaminya.

"Pengadilan harus mempertimbangkan aturan ketika membuat keputusan, dan kementerian agama dan informasi harus mempromosikan hak-hak ini," kata keputusan itu.

Sayangnya dekrit terbaru Taliban tidak menyebutkan soal aturan apakah kaum perempuan Afghanistan boleh bekerja atau mengakses fasilitas di luar rumah atau pendidikan, yang telah menjadi perhatian utama masyarakat internasional.

Selama pemerintahan sebelumnya dari 1996 hingga 2001, Taliban melarang perempuan meninggalkan rumah tanpa kerabat laki-laki dan menutup wajah dan kepala serta anak perempuan menerima pendidikan.

Taliban mengatakan mereka telah berubah dan sekolah menengah untuk anak perempuan di beberapa provinsi telah diizinkan untuk dibuka. Tetapi banyak perempuan dan pembela hak tetap skeptis.

Komunitas internasional, yang telah membekukan miliaran dana bank sentral dan pengeluaran pembangunan, telah menjadikan hak-hak perempuan sebagai elemen kunci dari setiap keterlibatan di masa depan dengan Afghanistan.  rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA