Sebut Anggota Kongres Ilhan Omar sebagai Calon Teroris, Perwakilan Partai Republik Lauren Boebert Minta Maaf

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 27 November 2021, 15:35 WIB
Sebut Anggota Kongres  Ilhan Omar sebagai  Calon Teroris, Perwakilan Partai Republik Lauren Boebert Minta Maaf
Perwakilan AS dari Partai Republik Lauren Boebert /Net
rmol news logo Perwakilan AS dari Partai Republik menyampaikan permintaan maafnya karena telah membuat lelucon berbau SARA.

Lauren Boebert pada suatu kesempatan menyebut rekannya dari Partai Demokrat Ilhan Omar yang diketahui beragama Islam sebagai calon teroris.

Lelucon itu kontan membuat semua mataterarah kepadanya. Boebert segera menyampaikan permintaan maaf lewat akun Twitter pribadinya pada Jumat (26/11) waktu setempat.

“Saya meminta maaf kepada siapa pun di komunitas Muslim yang telah saya buat tersinggung dengan komentar saya tentang Perwakilan Omar,” cuit Boebert, seperti dikutip dari Russian Today, Sabtu (27/11).

Boebert mengaku menyesal dan telah menghubungi kantor Omar untuk menyampaikan permintaan maafnya itu.

“Saya telah menghubungi kantornya untuk berbicara langsung dengannya. Ada banyak perbedaan kebijakan yang harus difokuskan tanpa gangguan yang tidak perlu ini,” ujarnya.

Komentar yang kontroversial tersebut, yang tertangkap dalam sebuah video viral yang diposting pada Kamis (25/11) terjadi pada pertemuan liburan Thanksgiving, di mana Boebert menyindir tentang berbagi lift dengan Omar di US Capitol. Anggota kongres itu menggambarkan sebuah insiden yang tampaknya fiktif di mana seorang petugas polisi berlari menuju lift dan gagal menghentikan pintu agar tidak menutup.

“Saya melihat ke kiri saya, dan itu dia, Ilhan Omar,” kata Boebert, saat itu di hadapan para pendukungnya.

“Saya bilang, dia tidak membawa ransel. Kita seharusnya baik-baik saja.” Dia menambahkan bahwa dia kemudian memberi tahu Omar, "Oh, lihat, pasukan jihad memutuskan untuk bekerja hari ini."

Video tersebut memicu kemarahan online dan mendorong seruan agar Boebert dikecam oleh Kongres dan dilucuti dari tugas komite DPR-nya.

Omar yang kesal menyebut Boebert sebagai ‘badut’ dan mengatakan ‘kiasan Muslim yang penuh kebencian dan berbahaya’ tidak dapat diizinkan di Kongres tanpa kecaman.

Omar dan Perwakilan Rashida Tlaib adalah wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres. Tlaib mengatakan ‘kebohongan rasis dan menyedihkan’ Boebert akan membahayakan Omar dan menyebabkan lebih banyak kejahatan kebencian anti-Muslim.

Bukan Cuma sekali, selama debat DPR awal bulan ini, Boebert juga menyebut Omar sebagai ‘anggota regu jihad dari Minnesota’ dan menuduhnya memuji teroris. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA