Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian buka suara atas kunjungan tersebut.
Dalam pernyataannya, ia mendesak agar AS dengan sungguh-sungguh mematuhi prinsip satu-China dan tiga Komunike Bersama China-AS dan segera menghentikan segala bentuk interaksi resmi dengan Taiwan.
"Kunjungan ke Taiwan oleh beberapa anggota parlemen AS sangat melanggar prinsip satu-China dan ketentuan dari tiga Komunike Bersama China-AS dan mengirimkan sinyal yang sangat salah untuk mendukung pasukan separatis kemerdekaan Taiwan," kata Zhao Lijian pada konferensi pers harian, seperti dikutip dari
Xinhua, Sabtu (27/11).
"China sangat menyesalkan dan dengan tegas menolak ini dan telah mengajukan perwakilan serius dengan pihak AS," katanya.
Memperhatikan bahwa reunifikasi China adalah tren sejarah yang tak bisa diabaikan, Zhao mengatakan pertunjukan yang dilakukan oleh politisi AS dan otoritas Taiwan tidak akan pernah mengubah kenyatan bahwa 180 negara di dunia berkomitmen dengan prinsip satu-China.
"Peringatan keras kepada pihak berwenang Taiwan: Upaya untuk meminta dukungan asing dan mengandalkan Amerika Serikat untuk mencari kemerdekaan akan membuktikan jalan buntu," katanya.
Dalam pernyataan berbeda, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional China Wu Qian juga mengegaskan soal kesiapan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mencegah upaya apapun uang mengarah ke proses kemerdekaan Taiwan.
"PLA siap setiap saat untuk memerangi dan menghancurkan setiap upaya separatis untuk kemerdekaan Taiwan, dan untuk dengan tegas membela kedaulatan dan integritas teritorial China," kata Wu.
BERITA TERKAIT: