Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dalam telegramnya untuk Vladimir Putin menyampaikan rasa sedih yang mendalam dan berharap Rusia bisa menjadi pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan.
Hal senada juga disampaikan Presiden Kirgistan Sadyr Zhaparov, yang mengatakan kabar itu menjadi kesedihan mendalam pemerintahan Kirgistan.
Sementara Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengungkapkan itu menjadi berita pahit, sebuah kehilangan yang tidak tergantikan.
Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko juga mengatakan ia berswedih dengan kabar buruk itu. Sekutu dekat Putin ini menyampaikan doa dan harapan pemulihan bagi korban yang terluka.
"Atas nama rakyat Belarusia dan secara pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam atas tragedi di tambang Listvyazhnaya di Wilayah Kemerovo, yang merenggut nyawa para penambang," kata Lukashenko, seperti dikutip dari The Moscow Time.
Kebakaran di tambang Listvyazhnaya terjadi pada Kamis pagi (25/11). 52 penambang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Kantor pengawas pengawasan teknologi Siberia Rostekhnadzor menerima laporan alarm asap dan ledakan di galeri ventilasi tambang batu bara pada Kamis pagi. Menurut Kementerian Darurat, emisi asap dan ledakan berikutnya terjadi pada kedalaman 250 meter.
Seorang sumber di layanan darurat mengatakan kepada TASS, debu batu bara di galeri ventilasi telah terbakar dan menyebar ke seluruh tambang batu bara.
Tambang Listvyazhnaya adalah bagian dari SDS-Holding, yang dimiliki oleh Siberian Business Union milik swasta.
Putin sendiri telah berakski dengan kesedihannya dan memerintahkan agar penyelidikan segera dilakukan.
BERITA TERKAIT: