Dalam pernyataannya pada Rabu pagi (24/11), Kantor Urusan Taiwan melalui juru bicaranya, Zhu Fenglian menentang keras rencana tersebut, dengan mengatakan itu adalah sebuah kesalahan.
"Kami dengan tegas menentang segala bentuk interaksi resmi antara AS dan pulau itu, yang merupakan sikap yang jelas dan konsisten," katanya, seperti dikutip dari
Global Times.Dewan juga menegaskan kembali penentangannya terhadap setiap interaksi formal antara AS dan pulau yang diklaim sebagai bagian dari negara China itu.
Rencana pertemuan yang digagas AS itu datang tak lama setelah digelarnya puncak virtual terbaru antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden pada 16 November lalu. Pada pertemuan tersebut Biden menekankan bahwa AS mendukung ‘kebijakan satu-China’, sementara Xi memperingatkan bahwa beberapa orang Amerika sedang bermain api dengan cara mencampuri masalah terkait Taiwan.
"Siapa pun yang bermain dengan api akan terbakar," kata Xi.
BERITA TERKAIT: