Pengadilan AS Mendakwa Penasihat Spiritual Duterte dengan Tuduhan Pelecehan dan Perdagangan Seks

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 19 November 2021, 13:57 WIB
Pengadilan AS Mendakwa Penasihat Spiritual Duterte dengan Tuduhan Pelecehan dan Perdagangan Seks
Presiden Filipina Rodrigo Duterte/Net
rmol news logo Pejabat dan pendiri gereja yang berbasis di AS, pada Kamis (18/11) didakwa telah melakukan perdagangan seks dan kekerasan terhadap para gadis.

Pengadilan federal Los Angeles dalam pengumumannya mengatakan, pejabat gereja itu antara lain Apollo Carreon Quiboloy, pendiri gereja Kingdom of Jesus Christ.

Quiboloy tidak sendiri, beberapa administrator gereja juga membantu perannya dalam menjalankan operasi perdagangan seks yang dalam melakukan operasinya menggunakan kekerasan fisik dan ancaman kepada para gadis bahwa jika mereka menolak maka akan mendapat kutukan abadi.
Yang mengejutkan, Quiboloy, yang memproklamirkan dirinya sebagai 'Pemilik Alam Semesta' dan 'Anak Tuhan yang Ditunjuk' ternyata adalah penasihat spiritual Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Kasus ini sebenarnya sudah masuk dalam penyelidikan di mana aparat menemukan bahwa tiga administrator gereja yang berbasis di LA melakukan perdagangan seks. Mereka juga berbuat curang dengan menggunakan dana amal gereja untuk membayar 'gaya hidup mewah' para pemimpin gereja, seperti dilaporkan Reuters.

Dakwaan terbaru yang dijatuhkan pada Kamis, menambahkan Quiboloy dan tiga terdakwa baru lainnya ke dakwaan yang ada yang diajukan pada tahun 2020. Namun, pihak berwenang AS baru berhasil membekuk tiga terdakwa sebelumnya, sementara tiga terdakwa baru dan Quiboloy, diyakini bersembunyi di Filipina.

Para terdakwa baru tidak bisa mendapatkan pengacara untuk mendampingi mereka, dan kedutaan Filipina belum memberikan komentarnya.

Surat dakwaan menetapkan bahwa Quiboloy dan terdakwa lainnya merekrut perempuan berusia 12 hingga 25 tahun sebagai asisten pribadi atau 'pastoral' lalu menjadikan mereka budak seks.

Dikatakan mereka diharuskan menyiapkan makanan Quiboloy, membersihkan tempat tinggalnya, memberinya pijatan dan berhubungan seks dengannya selama apa yang mereka sebut 'tugas malam'.

Quiboloy selama ini dikenal sebagai penginjil berpengaruh dan diikuti oleh jutaan orang Filipina. Semua pengikutnya tunduk dan taat kepadanya.

Pada bulan September, petinju Filipina Manny Pacquiao, kandidat untuk pemilihan presiden tahun depan yang sering bentrok dengan Duterte, menggugat Quiboloy atas pencemaran nama baik setelah dia menuduh juara dunia ganda itu menggelapkan dana yang ditujukan untuk kompleks olahraga. Para pemimpin gereja sangat berpengaruh dalam pemilihan Filipina. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA