Dukung Langkah Uni Eropa, Swiss Jatuhkan Sanksi Terhadap Delapan Warga Rusia yang Terkait Ukraina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 28 Oktober 2021, 06:58 WIB
Dukung Langkah Uni Eropa, Swiss Jatuhkan Sanksi Terhadap Delapan Warga Rusia yang Terkait Ukraina
Ilustrasi/Net
rmol news logo Swiss memasukkan delapan entitas Rusia yang diduga mendukung aksi kekerasan di Ukraina dalam daftar hitamnya.

Meski bukan anggota Uni Eropa, Swiss mengambil langkah ini untuk mengikuti kebijakan sanksi UE terhadap pihak yang terkait dengan 'kejahatan' terhadap kedaulatan Ukraina.

Layanan Keamanan Federal Krimea dan kepala Direktorat Sevastopol Leonid Mikhayluk juga termasuk di antara delapan yang terkena sanksi, seperti yang tercantum dalam situs web Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO), atas tuduhan "secara aktif mendukung tindakan dan kebijakan yang merusak dan mengancam integritas teritorial, kedaulatan, dan kemerdekaan Ukraina."

Menurut SECO, Krimea dan kota Sevastopol dikenai larangan impor barang tanpa sertifikat yang dikeluarkan oleh otoritas Ukraina.

Swiss memberlakukan sanksi terkait dengan peristiwa Ukraina pada 2 April 2014. Kemudian, diperluas lagi dengan merujuk pada beberapa agresi lain.

Swiss menghindari penyebutan kata 'sanksi' di dalam dokumen yang dikeluarkan, dan menyebutnya sebagai "langkah-langkah yang ditujukan untuk pencegahan pengelakan sanksi internasional terkait dengan peristiwa di Ukraina". rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA