
Amerika Serikat (AS) mengutuk kudeta dan penangkapan para pejabat sipil oleh militer Sudan. Sebagai tindakan lebih lanjut, Washington menghentikan pengiriman bantuan senilai 700 juta dolar AS atau hampir Rp 10 triliun ke Sudan.
Jurubicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menyebut kudeta militer telah menghentikan transisi Sudan untuk menjadi negara demokratis.
"Pemerintah transisi yang dipimpin sipil harus segera dipulihkan. Ini mewakili keinginan rakyat Sudan, sebagaimana dibuktikan oleh demonstrasi dukungan damai yang signifikan pada 21 Oktober," ujar Price, seperti dikutip
Sputnik, Selasa (26/10).
"Tanggapan pertama AS adalah menghentikan sementara 700 juta dolar dalam bentuk bantuan darurat Dana Dukungan Ekonomi untuk Sudan. Dana itu dimaksudkan untuk mendukung transisi demokrasi negara itu," lanjut Price.
Kudeta militer di Sudan terjadi pada Senin (25/10). Tentara dilaporkan telah menangkap Perdana Menteri Abdalla Hamdok beserta para menteri kabinet dan tokoh politik.
Sebuah laporan menyebut Hamdok dijadikan tahanan rumah, sementara ada pihak yang menyebut perdana menteri dibawa ke lokasi yang dirahasiakan.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: