Lewat sebuah wawancara dengan
Politico, Stoltenberg mengaku percaya perlu ada kerjasama antara NATO dan China dalam menghadapi masalah-masalah yang paling mendesak di dunia.
“Kita perlu terlibat dengan China dalam isu-isu penting seperti perubahan iklim, tidak ada cara untuk mengurangi emisi yang cukup di dunia tanpa melibatkan China. Kita perlu membahas kontrol senjata dengan China. Jadi, kita perlu terlibat secara politik dengan China,†kata Stoltenberg.
Meski begitu, Stoltenberg juga mengakui peningkatan pesat bidang ekonomi dan militer China yang berisiko bagi keamanan NATO.
Amerika Serikat telah mendorong retorika yang lebih kompetitif dan agresif terhadap China, sementara negara-negara Eropa lebih bersedia untuk terlibat dengan China, terutama di tingkat ekonomi.
Stoltenberg mengatakan, NATO perlu bekerja lebih erat dengan sekutu Asia-Pasifik, seperti Jepang dan Australia, untuk membantu mengekang pertumbuhan pengaruh ekonomi dan militer China di wilayah tersebut.
BERITA TERKAIT: