Menjelang KTT APEC 2018, mantan Perdana Menteri Peter O'Neill memerintahkan untuk membeli 40 unit Maserati hanya untuk mengesankan para pemimpin kawasan.
Armada Maserati yang ditujukan untuk menyambut para pemimpin dunia dibeli dari diler di Sri Lanka, diterbangkan dengan jet jumbo sewaan. Satu mobil ketika itu dihargai 500 ribu kina atau Rp 2 miliar, sehingga Papua Nugini menghabiskan total 20 juta kina.
Pembelian itu memicu kontroversi. Bahkan ketika itu, banyak pemimpin dunia yang hadir justru menolak untuk mengendarai mobil mahal tersebut.
Tetapi O'Neill menegaskan pemerintah tidak akan kehabisan dana hanya dengan membeli mobil
Setelah tiga tahun berlalu, dan O'Neill sudah mengundurkan diri pada 2019, pemerintah Papua Nugini mengakui kesalahannya.
Menteri Keuangan John Pundari mengatakan, mobil-mobil itu akan dijual dengan harga 400 ribu kina, yang artinya negara rugi 20 persen.
“Jika kami memiliki pandangan ke depan, Maserati tidak akan dibeli sejak awal. Saya tidak tahu alasan mengapa kami memutuskan untuk membeli Maserati dan sekarang kami terjebak dengan dilema ini," ujar Pundari, seperti dikutip
BBC.
BERITA TERKAIT: