Pernyataan itu keluar setelah Kaag melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavuoglu di Ankara, Kamis (2/9).
Kaag mengatakan bantuan itu akan berupa personel dan dana sebesar 1 juta euro (sekitar 17 miliar rupiah), yang dianggap penting untuk melanjutkan proses yang memungkinkan lebih banyak orang untuk keluar dari Afghanistan.
“Kami sedang menyelidiki apakah kami dapat menyediakan sumber daya dan mungkin juga orang,†kata Kaag di Ankara pada hari Kamis usai pertemuannya dengan Cavusoglu, seperti dikutip dari NL Times, Jumat (3/9).
Menlu Belanda berada di Turki untuk membahas situasi terkini di Afghanistan setelah mengunjungi Qatar dan Pakistan awal pekan ini. Delegasi Belanda dilaporkan berbicara langsung dengan perwakilan Taliban selama singgah di Doha.
Kaag mengatakan Belanda ingin bekerja sama dengan Turki dan Qatar untuk membuka kembali Bandara Hamid Karzai, Kabul
“Kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung negara-negara yang berkomitmen terhadap keamanan, dan yang ingin memungkinkan akses ke bandara lagi,†ujarnya.
Tujuannya, kata dia, untuk memudahkan evakuasi lanjutan warga Belanda dan warga Afganistan yang ingin dibawa ke Belanda.
Ada sebanyak 16.000 orang yang ingin meninggalkan Afganistan menuju Belanda, termasuk beberapa yang tertinggal saat Belanda terpaksa menghentikan misi evakuasinya dua pekan lalu.
Qatar dan Turki sama-sama membantu Belanda mengevakuasi lebih dari 2.500 orang sebelum bandara Kabul ditutup oleh Taliban. Misi diplomatik Belanda ke Afghanistan untuk sementara dipindahkan ke Doha.
BERITA TERKAIT: