Geelani merupakan pemimpin separatis paling senior di Kashmir. Ia meninggal dunia pada usia 91 tahun di Srinagar pada Rabu malam (1/9).
Menurut keluarganya, ia telah sakit selama bertahun-tahun dan menjadi tahanan rumah selama 12 tahun terakhir karena memimpin beberapa protes anti-India.
Seorang anggota keluarga mengatakan Geelani mengalami nyeri dada dan dada sesak pada Rabu sore dan meninggal larut malam di kediamannya.
Dari laporan
Reuters, kepolisian melakukan tindakan pencegahan dengan menutup internet dan memberlakukan pembatasan di Kashmir.
"Pasukan dikerahkan di tempat-tempat sensitif di Srinagar dan kota-kota besar lainnya dan tidak ada pergerakan kendaraan yang diizinkan," kata kepala polisi Vijay Kumar.
Seorang pejabat lainnya mengatakan, jalan menuju kediaman Geelani di Srinagar telah disegel.
Kashmir telah lama menjadi titik nyala antara India dan Pakistan, yang mengklaim wilayah itu sepenuhnya tetapi hanya menguasai sebagian. Namun, ketegangan kembali muncul setelah New Delhi mencabut otonomi negara bagian Jammu dan Kashmir pada Agustus 2019 dan membaginya menjadi dua wilayah yang dikelola oleh pemerintah federal.
Tahun lalu, Geelani keluar dari faksi Konferensi Hurriyat, dengan mengatakan bahwa pihaknya telah gagal untuk melawan upaya New Delhi.
Konferensi Hurriyat dibentuk oleh berbagai kelompok separatis di Kashmir pada tahun 1993 untuk menyediakan platform politik untuk memisahkan diri dari India setelah pemberontakan bersenjata melawan New Delhi.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengungkapkan kesedihan atas meninggalnya Geelani di Twitter dan mengatakan pihaknya mengumumkan hari berkabung.
BERITA TERKAIT: