Lewat outlet propagandanya, kelompok teror mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sekitar 72 orang termasuk 13 tentara AS yang sedang dalam misi evakuasi.
Selain mengklaim bertanggung jawab, dalam pernyataannya ISIS nampak menuduh Taliban bekerja sama dengan militer AS untuk melindungi dan mengevakuasi mata-mata dari Afghanistan.
Dilaporkan RT, Jumat (26/8), kelompok teror ini membual tentang bagaimana tindakan keamanan yang didirikan di luar bandara oleh milisi militer AS dan Taliban bisa ditembus oleh mata-mata.
Dalam sebuah konferensi usai ledakan terjadi, Jenderal Korps Marinir AS Kenneth Franklin McKenzie Jr., yang saat ini menjabat sebagai komandan Komando Pusat AS, juga menyalahkan IS atas serangan di bandara, serta pemboman jarak dekat lainnya di hotel Baron.
McKenzie mengatakan, pelaku semestinya melewati pos pemeriksaan lain sebelum diperiksa oleh tentara militer AS saat memasuki bandara.
BERITA TERKAIT: