India Hanya Prioritaskan Evakuasi Warganya, Dubes Afghanistan: Kami Kecewa!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 23 Agustus 2021, 14:41 WIB
India Hanya Prioritaskan Evakuasi Warganya, Dubes Afghanistan: Kami Kecewa<i>!</i>
Proses evakuasi warga India dari Afghanistan/Net
rmol news logo Keputusan India yang hanya memprioritaskan warganya ketika melakukan evakuasi dari Afghanistan dinilai tidak sesuai dengan Perjanjian Kemitraan Strategis yang telah ditandatangani kedua negara.

Dutabesar Afghanistan untuk Sri Lanka, Ashraf Haidari mengecam langkah India yang dipandangnya telah meninggalkan warga Afghanistan, sementara hanya mengevakusi warganya.

"Ini sangat menyedihkan, sangat tidak masuk akal... Ingat Perjanjian Kemitraan Strategis yang kami tandatangani dengan Anda. Kekecewaan luar biasa. Kami tidak akan melupakannya!" tegas Haidari.

Pada 2011, Afghanistan dan India telah menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis, yang di dalamnya menyerukan kerjasama keamanan kedua negara.

Pernyataan Haidari itu disampaikan lewat serangkaian cuitan pada Minggu (22/8), di mana ia menanggapi unggahan video pengungsi India di pesawat Globemaster C-17 milik Angkatan Udara India pada 22 Agustus.

Dalam video, tampak para pengungsi India bersorak sorai meneriakkan slogan-slogan seperti "Bharat Mata Ki Jai", yang berarti salam ibu India.

Sejak Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus, India sudah mengevakuasi hampir 552 orang dari Afghanistan, meliputi warganya, warga Afghanistan berlatar belakang Hindu dan Sikh, serta pejabat India.

Selain secara langsung menerbangkan penumpang tujuan India dari Kabul, Delhi juga telah menerbangkan beberapa kelompok pengungsi Afghanistan dari Doha dan Dushanbe.

Pada Senin (16/8), Delhi mengatakan pihaknya memfasilitasi pemulangan warga Sikh dan Hindu Afghanistan yang ingin meninggalkan Afghanistan karena situasi keamanan yang memburuk di sana.

"Ada juga sejumlah warga Afghanistan yang telah menjadi mitra kami dalam mempromosikan pengembangan bersama, pendidikan, dan upaya masyarakat. Kami akan mendukung mereka," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri India.

Kementerian Luar Negeri India pada 17 Agustus juga memperkenalkan kategori visa baru untuk aplikasi "jalur cepat" dari Afghanistan.

Namun Haidari mengatakan, warga Afghanistan yang dievakuasi oleh India merupakan mereka yang memang "asli India". Sementara warga Afghanistan Muslim ditinggalkan.

"Kami tahu dan selamanya berterima kasih kepada mereka. Tetapi pemerintah mereka telah mengecewakan Afghanistan dengan menyebabkan penderitaan rakyat Afghanistan atau hanya melihat mereka menderita," pungkas Haidari. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA