Kaburnya tentara Afghanistan itu dilaporkan oleh Perwakilan Tetap Tajikistan untuk Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) Hasan Sultonov di harapan dewan permanen organisasi tersebut pada Rabu (7/7).
"Selama dua pekan terakhir, sekitar 1.500 tentara pemerintah Afghanistan telah menyeberang ke Tajikistan," ungkap Sultonov, seperti dikutip
Sputnik.
Ia mencatat, insiden terbaru terjadi pada 5 Juni, ketika Taliban merebut sejumlah distrik di Provinsi Badakhshan yang terletak di timur laut. Daerah ini berbatasan dengan Tajikistan, sejauh 910 kilometer.
Hanya pada 5 Juli, Sultonov menyebut ada sekitar 1,037 tentara Afghanistan yang menyeberang ke Tajikistan, melalui desa yang terletak di dekat jembatan di atas sungai perbatasan Panj.
Sementara itu, Uzbekistan dilaporkan telah menolak untuk menerima tentara Afghanistan yang mencoba melarikan diri melalui perbatasan.
Afghanistan mengalami lonjakan kekerasan sejak pasukan asing mulai mundur secara bertahap. Digawangi oleh Amerika Serikat (AS), pasukan asing akan meninggalkan Afghanistan paling lambat pada 11 September.
Penarikan pasukan asing merupakan kesepakatan yang dicapai Taliban dengan AS, di bawah pemerintahan Donald Trump, di Doha, Qatar pada Februari tahun lalu.
BERITA TERKAIT: