Pada Selasa (8/6), Senat AS meloloskan RUU Inovasi dan Persaingan AS (USICA) 2021 yang bertujuan membantu industri teknologi dan penelitian di dalam negeri dalam menghadapi persaingan melawan China.
Komite Urusan Luar Negeri Kongres Rakyat Nasional pada Rabu (9/6) nengecam RUU tersebut. Beijing menuduh Washington berusaha untuk merusak hak sah negara untuk pembangunan melalui teknologi dan pemisahan ekonomi.
"RUU itu penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis, dan parlemen China menyuarakan kemarahan yang kuat dan penentangan tegas terhadapnya," kata komite itu dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat
RT.
"RUU tersebut menunjukkan bahwa delusi paranoid egoisme telah mendistorsi niat awal inovasi dan kompetisi," tambah komite.
RUU itu lolos dengan mengantongi 68 suara setuju, dan 32 suara menolak.
Di dalam RUU tersebut, pemerintah akan menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk memperkuat program dan kegiatan yang dapat membantu AS terdepan di bidang teknologi utama, termasuk kecerdasan buatan.
Sekitar 190 miliar dolar AS akan dianggarkan untuk memperkuat teknologi dan penelitian. Sementara 54 miliar dolar AS digunakan untuk meningkatkan produksi dan penelitian chip semikonduktor.
RUU tersebut memiliki sejumlah ketentuan terkait China lainnya, termasuk melarang aplikasi media sosial TikTok untuk diunduh di perangkat pemerintah, dan memblokir pembelian drone yang diproduksi maupun dijual oleh perusahaan yang didukung Beijing.
BERITA TERKAIT: