Perang Teknologi Dengan China, Senat AS Loloskan RUU Untuk Perkuat Penelitian Dan Produksi Chip

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 09 Juni 2021, 09:26 WIB
Perang Teknologi Dengan China, Senat AS Loloskan RUU Untuk Perkuat Penelitian Dan Produksi Chip
Presiden AS Joe Biden/Net
rmol news logo Senat Amerika Serikat (AS) telah meloloskan RUU yang ditujukan untuk membantu industri teknologi dan penelitian di dalam negeri dalam menghadapi persaingan dengan China.

Dengan 68 suara "Ya" dan 32 suara "Tidak", RUU Inovasi dan Persaingan AS (USICA) 2021 berhasil lolos. RUU yang dikenal dengan S.1260 itu berhasil mengumpulkan sentimen bipartisan untuk melawan China.

Di dalam RUU tersebut, pemerintah akan menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk memperkuat program dan kegiatan yang dapat membantu AS terdepan di bidang teknologi utama, termasuk kecerdasan buatan.

Sekitar 190 miliar dolar AS akan dianggarkan untuk memperkuat teknologi dan penelitian. Sementara 54 miliar dolar AS digunakan untuk meningkatkan produksi dan penelitian chip semikonduktor.

RUU tersebut memiliki sejumlah ketentuan terkait China lainnya, termasuk melarang aplikasi media sosial TikTok untuk diunduh di perangkat pemerintah, dan memblokir pembelian drone yang diproduksi maupun dijual oleh perusahaan yang didukung Beijing.

Diplomat dan militer Taiwan juga akan diperkenankan untuk mengibarkan bendera dan seragam mereka saat berada di AS untuk kegiatan resmi.

RUU itu mewajibkan AS untuk memberikan sanksi pada entitas China yang terlibat dalam serangan siber atau pencurian kekayaan intelektual dari perusahaan AS, termasuk meninjau kontrol ekspor barang-barang yang digunakan untuk mendukung pelanggaran HAM di China.

RUU yang disponsori oleh Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer itu harus melewati DPR, sebelum dikirim ke Gedung Putih untuk ditandatangani Presiden Joe Biden dan menjadi UU.

DPR diharapkan dapat membahas RUU tersebut pada akhir Juni atau Juli tahun ini.

"Jika kita tidak melakukan apa-apa, hari-hari kita sebagai negara adidaya yang dominan mungkin akan berakhir. Kami tidak bermaksud membiarkan hari-hari itu berakhir begitu saja. Kami tidak bermaksud melihat Amerika menjadi negara menengah abad ini," kata Schumer. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA