Pembatasan Penggunaan Speaker Masjid Picu Kontroversi, Arab Saudi Beri Pembelaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 01 Juni 2021, 18:36 WIB
Pembatasan Penggunaan Speaker Masjid Picu Kontroversi, Arab Saudi Beri Pembelaan
Ilustrasi/Net
rmol news logo Pemerintah Arab Saudi memberikan pembelaan atas kebijakan barunya untuk membatasi volume pengeras suara atau speaker di masjid yang memicu kontroversi di masyarakat.

Dalam surat edaran pada 24 Mei, pemerintah memutuskan untuk membatasi penggunaan speaker eksternal masjid hanya untuk azan dan iqamah. Selain itu, volume speaker juga tidak boleh melebihi sepertiga volume maksimum.

Mereka yang melanggar aturan tersebut akan ditindak.

Kebijakan baru tersebut menimbulkan kritik di media sosial. Sejumlah warganet menyerukan agar musik di restoran dan kafe juga harus dilarang.

Menteri Urusan Islam Abdullatif al-Sheikh pada Senin (31/5) berdalih, kebijakan baru tersebut diambil karena banyaknya keluhan mengenai kebisingan, khususnya bagi anak-anak dan lansia.

"Mereka yang ingin sholat tidak perlu menunggu azan imam. Mereka harus berada di masjid sebelumnya," kata Sheikh, seperti dimuat Middle East Eyes.

Selain itu, ia mengatakan, banyak saluran televisi yang menyiarkan doa yang bisa dipilih oleh warga.

Menanggapi kritik di media sosial, Sheikh mengatakan komentar tersebut disebarkan oleh musuh kerajaan yang ingin menggugah opini publik. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA