Sejumlah gempa besar dilaporkan terjadi pada Selasa (25/5). Pengawas Seismik Rwanda melaporkan lusinan gempa susulan, termasuk gempa berkekuatan 5,3 dan 4,6 magnitudo muncul di Kongo.
Akibatnya muncul dua retakan besar sepanjang beberapa ratus meter dengan lebar sekitar dua kaki. di dekat rumah sakit dan jalan raya utama.
Warga yang baru saja kembali ke rumah mereka mengaku khawatir dengan pergerakan gempa.
"Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kami kebingungan, tidak ada instruksi dari pihak berwenang, meskipun semuanya sudah bergerak," ujar seorang warga Kota Goma, Furaha Nyirere, seperti diberitakan
AFP.
Menurut polisi gempa juga meruntuhkan sedikitnya empat bangunan, termasuk gedung tiga lantai yang membuat delapan orang terluka parah.
Meski warga diliputi ketakutan, namun sejauh ini pihak berwenang belum memutuskan untuk melakukan evakuasi secara penuh dan fokus pada penanganan korban.
Menurut badan pengungsi PBB, UNHCR, 32 orang tewas dalam bencana letusan Nyiragongo, termasuk tujuh akibat lahar dan lima karena sesak napas.
Lima orang tewas karena mati lemas pada Senin (24/5) setelah mereka mencoba menyeberangi lahar yang mendingin sekitar 13 kilometer di utara Goma.
UNICEF melaporkan, setidaknya 150 anak terpisah dari orangtua mereka, dan 170 anak lainnya hilang.
Nyiragongo merupakan sebuah gunung berapi strato setinggi hampir 3.500 meter. Letusan besar terakhirnya terjadi pada tahun 2002, merenggut sekitar 100 nyawa.
Sejak meletus pada Sabtu malam (22/5), puluhan ribu penduduk Kongo melarikan diri, banyak dari mereka mencari perlindungan ke Rwanda.
BERITA TERKAIT: