Ratusan Timses Biden 2020 Kirim Surat Terbuka, Tagih Janji Sang Presiden Atas Pelanggaran HAM Palestina Oleh Israel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 25 Mei 2021, 10:57 WIB
Ratusan Timses Biden 2020 Kirim Surat Terbuka, Tagih Janji Sang Presiden Atas Pelanggaran HAM Palestina Oleh Israel
Presiden Amerika Serikat Joe Biden/Net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendapatkan tekanan yang kuat dari lingkaran dekatnya untuk memberikan dukungan kepada Palestina dan mendesak pertanggungjawaban Israel atas kekerasan mereka.

Lebih dari 500 staf kampanye Biden untuk pemilihan presiden (pilpres) AS 2020 lalu mengirim surat terbuka pada Senin (24/5). Surat tersebut dapat dilihat di situs matan-aradneeman.medium.com/dear-president-biden-b19600918a67.

Dalam surat tersebut, mereka menagih janji Biden bahwa tidak ada presiden Amerika yang boleh diam dan membiarkan pelanggaran hak asasi manusia terjadi.

"Itulah mengapa kami meminta Anda untuk dengan tegas mengutuk pembunuhan warga sipil Palestina oleh Israel," kata mereka dalam surat yang dirilis oleh penyelenggara kampanye Biden di Arizona, Matan Arad-Neeman.

Selama 11 hari pertempuran, serangan udara Israel diketahui telah merenggut 248 nyawa warga sipil Palestina, termasuk 66 anak di Gaza. Sedangkan 12 warga Israel, termasuk dua anak tewas dalam serangan Hamas.

Para staf kampanye Biden kemudian mendesak sang presiden untuk mengakhiri pendudukan, blokade, dan perluasan pemukiman Israel di Palestina. Alih-alih hanya mengedepankan gencatan senjata dan mempertahankan status quo.

"Akhirnya, kami sangat prihatin bahwa Israel terus menggunakan peralatan militer yang didanai AS untuk membunuh warga sipil, menargetkan jurnalis, dan dengan kekerasan menekan protes di Israel, Tepi Barat, dan Yerusalem," ujar mereka.

"Kami menghargai pekerjaan Anda baru-baru ini untuk menjadi perantara perdamaian sementara, dan kami juga mengakui bahwa perdamaian sementara bukanlah resolusi jangka panjang yang sesuai. Kami teguh dalam keyakinan kami bahwa sudah waktunya bagi pemerintahan Anda untuk mengambil langkah konkret untuk mengakhiri pendudukan dalam mengejar keadilan, perdamaian, dan penentuan nasib sendiri bagi warga Palestina," tambah surat itu.

Di dalam surat tersebut, mereka juga menyebutkan sejumlah poin tuntutan yang harus dilakukan oleh Biden untuk menekan Israel, seperti mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, perlu adanya perlindungan terhadap warga Palestina dari kekerasan aparat Israel, cabut blokade Gaza, akhiri pengusiran paksa warga Palestina, dan akhiri ekspansi pemukiman di Tepi Barat.

Mereka juga menuntut Biden untuk berhenti menghalangi upaya Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengakhiri pelanggaran hukum internasional oleh Palestina.

Desakan juga termasuk penyelidikan atas serangan terbaru Israel di Gaza yang diduga melanggar Hukum Leahy, serta agar Washington tidak lagi mendanai kekerasan Israel terhadap warga Palestina.

"Dukung hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri," pungkas mereka. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA