Demikian yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dalam sebuah wawancara dengan
ABC, ketika menanggapi situasi di Timur Tengah baru-baru ini.
Dalam pernyataannya Blinken mengatakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang ditengahi oleh Mesir pada Kamis (20/5) merupakan hal yang kritis.
Ia mengatakan, setelah 11 hari serangan Israel, muncul situasi kemanusiaan yang parah dan membutuhkan perhatian segera di Gaza.
Untuk itu, ia mengatakan Washington akan membuat poros positif untuk membahas upaya pembangunan kembali dan bantuan. Di mana ia juga akan melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.
Mengulangi komitmen Washington untuk keamanan Israel, Biden menegaskan solusi dua negara, membayangkan sebuah negara untuk Palestina, tetap menjadi "satu-satunya jawaban" untuk konflik tersebut.
Dalam solusi dua negara, Palestina dan Israel akan hidup berdampingan sebagai dua negara yang merdeka.
Berbagai upaya diplomatik telah dilakukan untuk mewujudkan solusi dua negara, namun dilanggar oleh Israel. Seperti garis batas yang ditetapkan pada 1967 yang menempatkan Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai bagian dari wilayah Palestina.
Sebuah laporan 2021 oleh RAND Corporation menemukan bahwa Israel di seluruh spektrum politik lebih memilih status quo daripada solusi dua negara, sementara Palestina hanya bersedia menerima varian dari solusi dua negara yang tidak akan diterima Israel.
BERITA TERKAIT: