Covax merupakan mekanisme yang dijalankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aliansi vaksin Gavi, dan Koalisi unutk Inovasi dan Kesiapsiagaan Epidemi CEPI). Tujuannya untuk memberikan akses yang adil terhadap vaksin Covid-19, dengan fokus untuk 92 negara miskin dunia.
Sebelum mengalami tsunami Covid-19, India mengekspor puluhan juta vaksin AstraZeneca yang dibuat di dalam negeri oleh Serum Institute melalui Covax.
Namun begitu kasus mulai melonjak, India membekukan ekspor, termasuk ke Covax, demi memprioritaskan dalam negeri.
Hal itu membuat Covax kekurangan 90 juta dosis vaksin yang dimaksudkan untuk dikirim ke 60 negara pada Maret dan April.
"Itu belum tersedia karena krisis di India. Sekarang mereka digunakan di dalam negeri," kata ketua Gavi Seth Berkley, seperti dikutip
Channel News Asia, Selasa (27/4).
Berkley mengatakan, saat inni Covax sedang mencari opsi lain sambil menunggu pasokan dilanjutkan.
Covax juga mengimbau negara-negara yang memiliki stok vaksin berlebih dapat berbagi.
Menurut Berkley, sejauh ini Prancis, Selandia Baru, dan Spanyol telah berjanji untuk membagikan sebagian dari vaksin yang mereka miliki.
Hingga saat ini, sekitar 40,8 juta dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan ke 118 negara dan wilayah melalui Covax.
BERITA TERKAIT: