"Sementara, konfrontasi jelas merupakan bencana,†kata Xi seperti dikutip dari
Xinhua, Kamis (11/2).
Xi kemudian menyerukan dimulainya kembali dialog antara kedua belah pihak. Dialog diperlukan untuk menghindari kesalahan penilaian dan untuk mengatasi perselisihan dari kesalahanpahaman.
Itu adalah panggilan telepon pertama Joe Biden kepada Xi sejak ia menjabat sebagai presiden AS. Usai mengucapkan selamat tahun baru Imlek, Biden menekan Xi tentang beberapa persoalan seperti masalah pelanggaran HAM Uighur, tindakan terhadap Taiwan, juga kekerasan terhadap aktivis Hong Kong.
Xi lantas meminta Washington untuk berhati-hati dalam menangani masalah yang berkaitan dengan kedaulatan China.
Banyak yang memandang panggilan telepon Biden kepada Xi sebagai isyarat dan niat baik untuk memulai proses pembentukan kembali hubungan China-AS setelah empat tahun memburuk secara drastis, seperti ditulis
Reuters.
Namun, Xi dalam percakapan itu mengisyaratkan bahwa ia tetap teguh pada masalah-masalah seperti Taiwan, Hong Kong dan Xinjiang. Biden pun kemudian menekannya soal perdagangan, hak asasi manusia dan wilayah Indo-Pasifik.
"China dan AS akan memiliki pandangan berbeda tentang masalah tertentu. Namun, dan penting bagi mereka untuk memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan setara, serta mengelola perbedaan dengan cara yang konstruktif," ujar XI.
BERITA TERKAIT: