Jika terpilih, Okonjo-Iweala akan menjadi perempuan asal Afrika sekaligus wanita pertama di dunia yang mempimpin organisasi tersebut.
Ia sendiri mengaku tak sabar menantikan akhir dari kontestasi itu.
"Ada pekerjaan penting yang harus dilakukan bersama," kata Okonjo-Iweala, yang juga mantan menteri keuangan dan eksekutif Bank Dunia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari
AFP, Sabtu (6/2).
Pencalonan Okonjo-Iweala sempat diwarnai penentangan dari pemerintahan mantan Presiden Donald Trump setelah panel pemilihan WTO merekomendasikannya sebagai kepala pada bulan Oktober lalu.
Posisi direktur jenderal WHO tak terisi sejak Roberto Azevedo dari Brasil, berhenti awal Agustus tahun lalu. Penggantinya mau tidak mau harus siap menghadapi resesi yang disebabkan Covid, ketegangan AS-China, dan meningkatnya proteksionisme.
Menilik karir Okonjo-Iweala, dia adalah menteri keuangan Nigeria dua kali dan pernah menjabat sebagai menteri luar negeri wanita pertama negara tersebut.
Sekarang wanita berusia 66 tahun itu ingin memecahkan penghalang lain saat dia berusaha menjadi orang Afrika dan wanita pertama yang memimpin WTO.
Tapi tidak semua orang setuju bahwa rekam jejaknya sempurna.
Sarah Chayes, penulis 'Thieves of State' sebuah buku tentang korupsi mengatakan, saat Okonjo menjadi menteri keuangan satu miliar dolar lenyap dari pendapatan minyak negara itu.
"Okonjo-Iweala mungkin telah melakukan beberapa reformasi transparansi teknokratis di kementeriannya, tetapi faktanya, hampir satu miliar dolar sebulan hilang dari pendapatan minyak ketika dia menjadi menteri keuangan," katanya.
Chayes berharap pemunjukkan Okonjo bisa dipertimbangkan lagi.
Olanrewaju Suraju, dari kelompok kampanye Agenda Pembangunan Manusia dan Lingkungan menegaskan, mestinya Okonjo bisa mengungkapkan masalah korupsi di negaranya sendiri sebelum ambil bagian dalam peran barunya nanti.
"Dia membiarkan korupsi tingkat tinggi membusuk di bawah rezim," kata Suraju.
Meskipun Okonjo sudah menjadi calon kuat, pemilihan kepala WTO masih menunggu keputusan Washington.
Secara teori, WTO bisa saja mengadakan pertemuan dengan 164 anggotanya untuk mengkonfirmasi ketua berikutnya dalam waktu singkat.
Namun, beberapa delegasi melihat hal itu tidak mungkin mengingat pilihan perwakilan perdagangan Biden, Katherine Tai, belum dilantik. Deputi yang berbasis di Jenewa juga belum dipilih.
Sementara, pemimpin Kamar Dagang Internasional John Denton mendesak anggota WTO untuk bertindak cepat mengingat situasi saat ini yang membutuhkan penanganan segera.
Sejumlah mantan pejabat pemerintah AS, diplomat dan akademisi juga telah menulis surat kepada Biden pada 19 Januari lalu, untuk memintanya untuk mendukung Okonjo-Iweala.
BERITA TERKAIT: