Zarif menilai Iran berada pada posisi yang cukup kuat untuk menutup perang melalui sejumlah kesepakatan.
"Iran harus memanfaatkan posisi unggulnya bukan untuk terus berperang, melainkan untuk menyatakan kemenangan," tulis Zarif dikutip
Iran International, Jumat, 3 April 2026.
Zarif mengusulkan sejumlah langkah yang dapat ditempuh pemerintah Iran, di antaranya pembatasan program nuklir serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan pencabutan sanksi.
Ia menilai, skema tersebut sebelumnya sulit diterima oleh Washington, namun dalam situasi konflik saat ini peluangnya lebih terbuka.
Selain itu, Zarif juga mengusulkan pembentukan pakta non-agresi antara Iran dan AS untuk mencegah konflik serupa di masa depan. Ia bahkan membuka kemungkinan kerja sama ekonomi sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Menurutnya, langkah-langkah ini dapat memberi ruang bagi Iran untuk fokus pada pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Usul Zarif ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan membuat Iran kembali ke zaman batu, dan mengatakan bahwa militer AS "bahkan belum mulai" menghancurkan sisa infrastruktur Iran.
Di sisi lain, militer Iran memperingatkan akan “menghancurkan” aset-aset regional AS jika serangan terus berlanjut.
BERITA TERKAIT: