Pihak Kanada sendiri telah meminta maaf, seraya menjelaskan bahwa huruf 'W' yang terdapat dalam kaos dan ditulis menyerupai bentuk kelelawar itu adalah logo sebuah grup hip-hop asal New York, Wu-Tang Clan.
Namun, penjelasan tersebut sepertinya tidak memuaskan pihak China, karena meskipun W ditulis dengan karakter logo sebuah band, tetap saja W di sana ditulis sebagai Wuhan, bukan Wu-Tang Clan.
Di hadapan wartawan, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin bahkan mengatakan bahwa penjelasan tersebut 'tidak meyakinkan'.
"Perbuatan salah dari staf Kanada yang bersangkutan, telah menyebabkan dampak yang mengerikan dan memicu kebencian dan ketidakpuasan yang kuat di antara orang-orang China," kata Wang, seperti dikutip dari
AP, Rabu (3/2).
"Pihak Kanada harus menanggapi masalah ini dengan serius dan memberikan penjelasan kepada pihak China secepat mungkin," lanjutnya.
Di hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada Christelle Chartrand mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Logo T-shirt yang dirancang oleh seorang anggota Kedutaan menunjukkan huruf W, dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seekor kelelawar,"
"Itu dibuat untuk tim staf Kedutaan yang menangani pemulangan warga Kanada dari Wuhan pada awal 2020," jelasnya.
“Ini adalah inisiatif pribadi dari seorang karyawan dan ini tidak didukung oleh Kedutaan Besar atau Urusan Global Kanada. Kami menyesali kesalahpahaman ini," kata Chartrand melalui email.
Kaos kontroversial tersebut dilaporkan dipesan musim panas lalu oleh seseorang di Kedutaan Besar Kanada di Beijing, dan polemik berkembang sejak ada seorang netizen membahasnya di jejaring media sosial China, Weibo.
Kontroversi soal kaos ini menjadi pemantik ketegangan baru di tengah terpuruknya hubungan Ottawa dan Beijing sejak akhir 2018. Bermula dari penangkapan dua pria Kanada yang dituduh sebagai mata-mata, tak lama setelah polisi Kanada menangkap kepala keuangan Huawei Meng Wanzhou.
BERITA TERKAIT: