Penyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan resmi pada Senin (1/2) sore waktu setempat.
Mereka mengaku prihatin dengan peristiwa yang tiba-tiba berubah. Selain itu, Kemenlu juga telah meminta agar kepemimpinan Myanmar menggunakan kebijaksanaan politik mereka untuk menyelesaikan perselisihan melalui cara damai dan dialog.
Mengenai keadaan warganya di Myanmar, Kemenlu Taiwan mengatakan belum ada yang terpengaruh akibat kejadian tersebut. Namun, demikian pihaknya tetap menyarankan agar warganya terus memperhatikan perkembangan dan tetap terkoneksi satu sama lain, seperti dilaporkan
Taiwan News, Senin (1/2).
Mereka juga mengatakan akan terus memantau perkembangan selanjutnya.
Sementara itu, Legislator Partai Progresif Demokratik Wang Ting-yu di akun Twitternya mengatakan bahwa kudeta itu sangat mengganggu.
"Perkembangan politik terbaru di #Myanmar sangat disayangkan & sangat mengganggu. Penangkapan secara tidak sah terhadap Penasihat Negara Aung San Suu Kyi & pejabat sipil lainnya tidak hanya merusak transisi demokrasi yang sedang berlangsung di Myanmar, tetapi juga merupakan penghinaan bagi rakyat Myanmar," cuitnya.
Militer Myanmar merebut kekuasaan setelah menahan pemimpin negara Aung San Suu Kyi bersama sejumlah petinggi partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada Senin (1/2).
BERITA TERKAIT: