Migran Venezuela yang dideportasi, tiba di pantai di Pantai Los Iros setelah mereka kembali ke pulau itu, di Erin, Trinidad dan Tobago, 24 November 2020/Net
Dilaporkan
Reuters, Senin (14/12), Penjaga Pantai Trinidad mengatakan mayat-mayat itu ditemukan pada Sabtu (12/12) di dekat kota pesisir Venezuela, Guiria mengutip informasi yang diberikan oleh pihak berwenang Venezuela.
Pernyataan itu menambahkan bahwa informasi awal menunjukkan 11 jenazah yang ditemukan mungkin terkait dengan sebuah kapal yang meninggalkan Kota Guiria, di timur laut negara bagian Sucre, pada 6 Desember dengan lebih dari 20 orang di dalamnya, yang belum pernah terlihat atau terdengar kabarnya sejak saat itu.
Setidaknya 40 ribu warga Venezuela tinggal di Trinidad dan Tobago, mayoritas dari mereka melarikan diri dari krisis ekonomi yang menyebabkan banyaknya pengangguran dan kurangnya layanan publik dasar di negara Amerika Selatan itu. Kebanyakan dari mereka bepergian dengan perahu reyot kecil di atas kapasitas mereka dengan persediaan bahan bakar dan makanan yang terbatas.
Tahun lalu setidaknya dua kapal yang berangkat dari Venezuela dalam perjalanan ke kepulauan itu menghilang di laut.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: