Kantor kepresidenan pada Senin (9/11) mengatakan kondisi Zelenskiy dalam keadaan sehat dan akan terus melanjutkan tugasnya secara jarah jauh.
"Kepala negara merasa sehat dan akan terus menjalankan tugasnya dari jarak jauh dalam isolasi diri," kata kantor Zelensky dalam sebuah pernyataan yang dikutip
NTD.
Dalam pesan Telegramnya, Zelensky mengaku mengalami sedikit demam.
"Terlepas dari semua tindakan karantina, saya juga menerima hasil + (positif). Saya memiliki 37,5 (derajat Celcius), dan saya berharap semuanya 36,6 (derajat Celcius)!" ucap Zelenskiy.
Beberapa menit setelah pengumuman Zelensky, kepala kantor kepresidenan Andriy Yermak dalam akun Facebook-nya bahwa dia juga dinyatakan positif terkena virus.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Serhiy Marchenko juga telah didiagnosis dengan Covid-19 dan akan bekerja dari jarak jauh.
Positifnya Marchenko pun menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya pada Kamis (5/11), ia menggelar sesi parlemen bersama dengan Perdana Menteri Denys Shmygal dan menteri lainnya.
Kantor Shmygal mengatakan dia tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi tetapi akan menjalani tes pada Selasa (10/11).
Penghitungan harian infeksi virus corona di Ukraina melonjak pada akhir September dan tetap tinggi secara konsisten sepanjang Oktober dan awal November, mendorong pemerintah untuk memperpanjang langkah-langkah penguncian hingga akhir tahun ini.
Pekan lalu, Shmygal mengatakan jumlah kasus baru bisa melonjak menjadi 15 ribu per hari pada akhir November dan menjadi 20 ribu setiap hari pada akhir tahun.
Menteri kesehatan Ukraina pada pekan lalu mengatakan, situasi pandemi Covid-19 di sana mendekati bencana dan bahwa negara harus bersiap menghadapi yang terburuk.
BERITA TERKAIT: