Di tengah berlombanya negara-negara untuk menghasilkan vaksin yang efektif melawan Covid-19 yang memenuhi penerimaan internasional, komentar Pelosi nampak didorong oleh rasa khawatir kalau-kalau persetujuan Inggris terhadap Covid-19 produksinya akan ditanggapi dengan cepat oleh Presiden Donald Trump untuk keuntungan politiknya.
Saat ini, salah satu kandidat global terkemuka adalah vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dari Oxford University yang sedang menjalani uji coba fase III, yang saat ini dihentikan sebentar untuk memeriksa apakah suatu penyakit pada peserta terkait dengan vaksin tersebut.
Uji coba dihentikan sementara di AS meskipun telah dimulai kembali di tempat lain.
“Kami memiliki aturan yang sangat ketat tentang Food and Drug Administration di sini. Dari mulai uji klinis, waktu, jumlah orang, dan lain-lain. Sehingga, ketika suatu obat disetujui oleh FDA bahwa obat itu aman dan berkhasiat, maka itu memiliki kepercayaan dari rakyat Amerika," kata Pelosi, seperti dikutip dari
The Guardian, Sabtu (10/10).
“Yang saya khawatirkan, penilaian Inggris terhadap vaksin itu tidak setara dengan penilaian kami. Jadi, jika Boris Johnson memutuskan persetujuan vaksin ini dan kemudian diedarkan kepada kami, lalu Presiden begitu saja menerimanya, itulah kekhawatiran saya.â€
Intervensi Pelosi tersebut menimbulkan pertanyaan sekaligus dugaan bahwa kecil kemungkinan vaksin AstraZeneca disetujui, sebelum akhir tahun ini.
Sebelumnya pada Agustus lalu, Trump mengatakan bahwa dia mungkin mencari otorisasi darurat AS untuk vaksin Inggris, tetapi tidak ada bukti bahwa vaksin Inggris itu hampir disetujui.
Desakan Trump bahwa vaksin akan disetujui "sebentar lagi" telah menuai kritik dari para ilmuwan, yang khawatir pernyataan Trump itu dapat merusak kepercayaan publik. Komentarnya yang berulang membuat sembilan perusahaan farmasi mengeluarkan pernyataan bersama yang berjanji untuk mengikuti ilmu pengetahuan, bukan tekanan politik, sambil mengembangkan vaksin.
Pemerintah Inggris telah berkonsultasi untuk mengubah undang-undang tersebut sehingga Badan Pengawas Produk Obat dan Kesehatan dapat menyetujui vaksin sebelum Desember -jika data uji coba siap pada waktu itu dan memuaskan. Meski begitu, FDA AS masih harus melihat vaksin itu sendiri.
BERITA TERKAIT: