Setelah mengalahkan enam kandidat lainnya, Yoo akan bersaing dengan seorang ekonom dari Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala pada putaran ketiga atau terakhir.
Yonhap melaporkan, WTO sebelumnya menjadwalkan pengumuman kandidat putaran final dilakukan pada Kamis malam (8/10) waktu Jenewa. Dalam putaran tersebut, negara-negara anggota akan mencapai konsensus dalam pertemuan dewan untuk mendapatkan pemenang di antara kedua kandidat.
Proses tersebut diharapkan akan selesai pada awal November.
Mengingat Yoo dan Okonjo-Iweala adalah perempuan, maka untuk pertama kalinya dalam 25 tahun sejarah WTO akan memiliki Direktur Jenderal seorang perempuan.
Sebelum mencapai posisi final, Yoo telah mengikuti dua putaran seleksi. Putaran pertama dilakukan untuk memilih lima dan delapan kandidat.
Dalam putaran kedua, Yoo dan Okonjo-Iweala berhasil masuk bersama dengan tiga kandidat lainnya dari Mesksiko, Mesir dan Moldova.
Yoo adalah orang Korea Selatan ketiga yang mencalonkan diri untuk kursi Direktur Jenderal WTO. Dua kandidat lainnya gagal mencapai posisi teratas itu pada 1994 dan 2012.
Selama kampanyenya, Yoo berjanji untuk fokus pada pembangunan kembali kepercayaan pada sistem perdagangan multilateral dengan membuatnya lebih relevan, tangguh dan responsif jika dia terpilih sebagai pemimpin WTO yang baru.
Sejak Juli, Yoo telah mengunjungi berbagai negara, termasuk Swiss, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia, untuk menggalang dukungan mereka.
Yoo ditunjuk sebagai menteri perdagangan perempuan pertama dalam 70 tahun sejarah Korea Selatan pada Februari tahun lalu.
Dengan 25 tahun pengalaman di dunia perdagangan dan sektor terkait, Yoo adalah salah satu kandidat yang paling mumpuni. Ia berhasil melakukan negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Korea-China FTA, hingga Korea-US FTA.
BERITA TERKAIT: