Berbeda dari biasanya, pidato kali ini akan disampaikan melalui konferensi video virtual dan disiarkan di layar lebar di Parlemen Maroko karena adanya pandemik virus corona.
Kehadiran sesi pembukaan juga akan dibatasi. Pada tahun-tahun sebelumnya, semua anggota parlemen dari seluruh Maroko menghadiri sesi tersebut. Tahun ini, hanya presiden Maroko, ketua kelompok parlemen, bersama dengan beberapa pejabat pemerintah, yang akan menghadiri sesi tersebut, seperti dikutip dari
MWN, Rabu (7/10).
Selama tahun legislatif baru, anggota parlemen Maroko perlu membahas beberapa masalah penting, terutama tantangan terkait pandemi Covid-19, RUU Keuangan 2021, dan pemilihan umum 2021 mendatang.
Jika tahun lalu Raja Mohammed VI membahas dua masalah utama, tahun ini agaknya Raja akan menyentuh tiga topik dalam pidatonya pada hari Jumat besok.
Mohammed VI berharap para partai politik menunjukkan rasa persatuan dan bekerja sama untuk menghadapi tantangan yang menghambat pembangunan Maroko.
Ia menginstruksikan anggota parlemen Maroko untuk bersaing melayani kepentingan warga negara dan tujuan bangsa. Menjauhkan perselisihan yang tidak berguna, atau membuang-buang waktu dan energi."
Mohammed VI juga mendesak sektor swasta, terutama lembaga keuangan dan perbankan, untuk secara aktif berkontribusi pada model pembangunan baru Maroko.
Peran bank sebagai sumber pinjaman dan paket investasi menjadi sorotan utama Mohammed VI. Ia mendesak lembaga keuangan untuk memainkan peran sosial yang lebih besar dalam mendorong pembangunan, terutama dengan menyederhanakan dan memfasilitasi akses ke pinjaman. Juga lebih terbuka pada proyek wirausaha, dan dengan membiayai penciptaan usaha kecil dan menengah.
BERITA TERKAIT: