Penolakan informasi tersebut disampaikan oleh jurubicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan dan jurubicara presiden Artsakkh Vahram Poghosyan pada Selasa (6/10).
Poghosan menegaskan tentara Armenia tidak pernah menargetkan situs-situs militer sehingga Azerbaijan berusaha untuk menyesatkan masyarakat internasional dengan informasi yang salah.
"Kami hanya menargetkan objek militer, dan pipa Baku-Tbilisi-Cayhan bukanlah objek militer," kara Poghosyan.
Sebelumya Azerbaijan mengklaim Armenia telah melakukan serangan ke saluran pipa BTC di Yevlah pada Selasa pukul 9 malam waktu setempat.
Pipa BTC dibangun untuk mengirimkan minyak mentah ringan Azeri, terutama dari ladang Azeri-Chirag-Guneshli, melalui Georgia ke pelabuhan Ceyhan di Mediterania Turki untuk diekspor melalui kapal tanker.
Bentrokan terbaru antara Armenia dan Azerbaijan kembali memanas pada 27 September. Kedua belah pihak saling menyalahkan atas insiden tersebut hingga saat ini.
Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat, telah mendesak gencatan senjata sesegera mungkin. Namun Turki sendiri telah menyatakan dukungannya kepada Baku.
BERITA TERKAIT: