Data dari Our World In Data yang terkait dengan Oxford menunjukkan sebanyak hampir enam dari 10 penduduk Argentina telah terinfeksi Covid-19.
Para profesional medis mengatakan, tingkat pengujian yang rendah disertai dengan pembatasan yang longgar telah mendorong tingkat positif yang tinggi. Pada Agustus, tingkat positif Covid-19 di Argentina sudah mencapai sekitar 40 persen dan naik menjadi hampir 60 persen pada pekan lalu.
Perhitungan tersebut dilakukan oleh
Reuters, merujuk pada data dari Kementerian Kesehatan.
Sumber dari kementerian kesehatan Argentina mengatakan, sejumlah besar tes positif adalah hasil dari program "DetectAr", di mana pengujian berfokus pada kontak dari mereka yang diketahui terinfeksi. Saat ini, pemerintah telah berjanji untuk menaikkan level pengujian.
“Apakah ada isolasi? Tidak ada. Apakah ada (cukup) tes? Tidak ada," ujar seorang dokter anak di Buenos Aires, Carlos Kambourian, seperti dikutip
Reuters, Selasa (6/10).
Kambourian mengatakan, hanya ada sedikit cara untuk memperkuat layanan kesehatan di Argentina. Namun hal yang paling penting adalah dengan memperketat aturan pencegahan penyebaran virus.
“Tentu saja strategi untuk menghentikan pandemi jenis ini tidak diterapkan,†tambahnya.
Sejauh ini, Argentina menjadi negara kedelapan dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia, dan saat ini berada di lima besar untuk kasus baru dan kematian rata-rata 7 hari.
Argentina sudah memiliki 809.728 kasus Covid-19 dengan lebih dari 20 ribu kematian. Dalam sepekan terakhir, Argentina melaporkan rata-rata sekitar 12.500 infeksi baru setiap harinya.
Sebagai perbandingan, negara bagian New York memiliki populasi 20 juta, kurang dari separuh Argentina yang berjumlah 45 juta, namun melakukan 100 ribu tes sehari, empat kali lipat jumlah di Argentina. Di negara bagian New York, tingkat positifnya sedikit di atas 1 persen.
Pada awalnya, pemerintah Argentina mendapat pujian atas penguncian awal yang ketat dimulai pada 20 Maret. Tetapi sejak itu terpaksa melonggarkan pembatasan untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi yang sudah dalam resesi selama dua tahun dan karena tingkat kemiskinan dan pengangguran meningkat.
BERITA TERKAIT: