Demikian seruan yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz dalam suatu konferensi virtual yang digelar Dewan Arab untuk Integrasi Regional pada Minggu (4/10), seperti dimuat
Reuters.
Gantz mengurai, tindakan Turki di Suriah utara, Mediterania Timur, hingga intervensi Libya dan melakukan kontak dengan Hamas merupakan bukti bahwa Ankara telah menjauhkan kawasan dari stabilitas.
"Jelas pertanyaan tentang Turki adalah pertanyaan yang sangat rumit, karena Turki adalah bagian dari NATO," ujar Gantz.
"Jadi kami harus mengambil semua opsi yang kami miliki dan mencoba untuk mempengaruhinya melalui tekanan internasional untuk memastikan bahwa mereka menarik tangan dari terorisme," tambahnya.
Dalam pernyataannya, Gantz juga menyinggung bagaimana Turki dan Iran menolak kesepakatan damai antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain pada bulan lalu.
Mantan rival Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu mengatakan, seperti halnya Amerika Serikat (AS), Israel berpendapat bahwa kesepakatan dengan negara-negara Arab akan menghasilkan perdamaian dengan Palestina.
"Kami hanya ingin memastikan bahwa kami menemukan keseimbangan yang tepat antara menjaga keamanan dan memungkinkan kedaulatan Palestina," kata Gantz.
Kesepakatan damai antara Israel dengan UEA dan Bahrain diresmikan pada 15 September di Gedung Putih, AS. Kesepakatan yang fasilitasi oleh Presiden Donald Trump tersebut disebut dengan Abraham Accord.
BERITA TERKAIT: