Dalam sebuah pernuataan yang dirilis oleh jurubicara Kementerian Pertahanan Armenia, mereka telah menangkis serangan besar-besaran oleh Azerbaijan di sepanjang garis depan dan menembak jatuh tiga pesawat.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan membantah adanya pesawat yang ditembak jatuh dan mengatakan pihak Armenia telah menembaki wilayah sipil.
Dilaporkan
VOA, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengumumkan pasukannya telah mengambil alih kendali desa strategis Madagiz dalam pertempuran tersebut.
Setelahnya, dimuat
Anadolu Agency, Azerbaijan mengklaim telah mengambil alih tujuh desa lainnya.
"Hari ini Tentara Azerbaijan telah membebaskan desa Talish di distrik Terter, Mehdili, Chaxirli, Ashagi Maralyan, Sheybey dan Guyjag dari distrik Jabrayil, dan Ashagi Abdurrahmanli dari distrik Fizuli. Karabakh adalah Azerbaijan!" cuit Aliyev dalam akun Twitter-nya.
Sebuah laporan media memuat, serangan itu terjadi setelah ibukota regional Stepanakert diserang oleh pasukan Azeri.
Sejak meletus pada Minggu (27/9), pertempuran di Nagorno-Karabakh telah mewaskan sedikitnya 150 orang di kedua belah pihak.
Presiden Azerbaijan menuntut penarikan Armenia dari Nagorno-Karabakh sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri pertempuran.
Sebelumnya, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia telah menyerukan gencatan senjata. Namun kedua belah pihak sebelumnya telah menolak tuntutan gencatan senjata di wilayah yang disengketakan, di mana pertempuran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir sejak 1990-an.
BERITA TERKAIT: