Jelang Pemilu, Trump Ingin Distribusikan Vaksin Covid-19 Tahap Awal Bulan Depan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 03 September 2020, 10:00 WIB
Jelang Pemilu, Trump Ingin Distribusikan Vaksin Covid-19 Tahap Awal Bulan Depan
Ilustrasi vaksinasi/Net
rmol news logo Amerika Serikat (AS) tengah bersiap untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 potensial ke kelompok berisiko tinggi dengan target sebelum pemilihan umum pada 3 November 2020.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Rabu (2/9) sudah menghubungi pejabat di semua 50 negara bagian dan lima kota besar untuk perencanaan distribusi vaksin Covid-19.

"Untuk tujuan perencanaan awal, CDC menyediakan negara-negara bagian dengan asumsi perencanaan tertentu saat mereka mengerjakan rencana spesifik negara bagian untuk distribusi vaksin, termasuk kemungkinan memiliki jumlah vaksin yang terbatas pada Oktober dan November," ujar seorang jurubicara CDC kepada Reuters.

Berdasarkan dokumen yang dirilis oleh New York Times, saat ini CDC sedang mempersiapkan satu atau dua vaksin potensial Covid-19 yang akan tersedia dalam jumlah terbatas untuk disebarkan paling cepat pada akhir Oktober.

"Vaksin akan disediakan gratis terlebih dahulu untuk kelompok berisiko tinggi termasuk petugas kesehatan, personel keamanan nasional, dan penghuni serta staf panti jompo," bunyi dokumen tersebut.

Ada pun dua kandidat vaksin Covid-19 yang akan didistribusikan tersebut adalah mereka yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna.

Meski begitu, pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr. Anthony Fauci menyebut, berdasarkan tingkat pendaftaran pasien dalam uji coba vaksin Covid-19 yang sedang berlangsung, data klinis untuk mengetahui keamanan dan keefektifan dari vaksin baru akan diketahui pada November atau Desember.

Sehingga, artinya, distribusi awal yang direncanakan oleh CDC akan melewati tahap uji klinis, tanpa mengetahui vaksin aman dan efektif.

Terburu-burunya pendistribusian vaksin tersebut disebut sebagai kepentingan politik menjelang pemilihan umum pada 3 November, di mana petahana Presiden Donald Trump berusaha untuk mengambil masa jabatannya yang kedua. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA